Kasus Pembobolan ATM Mulai Terkuak
Jum'at, 22 Januari 2010 | 15:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta -Kebobolan tabungan yang dialami para nasabah bank, mulai terkuak satu per satu. Setelah di Bali dan Jakarta, polisi menemukan kasus serupa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.Kali ini yang menjadi korban warga negara Swedia, Shirin Bajahdri, yang sedang berlibur di Lombok pada 13 Desember 2009 sampai 2 Januari 2010.
Shirin merupakan nasabah Bank Niaga. Namun dalam proses pengambilan uang di Lombok, dia menggunakan mesin ATM BCA. "Sejak itu, saya tidak mengambil uang lagi," kata Shirin
Shirin baru melakukan transaksi penarikan uang melalui mesin ATM pada Senin (18/1) lalu. Namun dia tidak dapat melakukan penarikan karena rekening miliknya sudah kosong. "Saya pun mengecek ke bank (Niaga)," lanjut dia.
Informasi dari pihak bank, lanjut dia, uang sebesar Rp 37 juta hilang dalam lima hari transaksi. "Penarikannya internasional ke Bulgaria, Eropa Timur. Padahal saya belum pernah ke Bulgaria," kata Shirin.
Untuk menghindari semakin meluasnya kerugian akibat aksi kriminal tersebut, Kepolisian Resor Kota Kediri, Jawa Timur menerjunkan 67 personil untuk mengamankan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Setiap mesin akan dijaga selama 24 jam.
Wakil Kepala Kepolisian Kediri Komisaris Polisi Kuwadi mengatakan keputusan menerjunkan personil untuk menjaga 22 mesin ATM di Kota Kediri ini telah dilakukan sehari setelah terjadinya pembobolan di Bali.
Polisi akan mengawasi semua gerak-gerik pengguna mesin yang mencurigakan dan memeriksa ruang ATM dari kemungkinan tindak kejahatan. “Bisa saja mereka memasang kamera pengintai di dalamnya,” kata Kuwadi kepada Tempo, hari ini (22/1).
Selain melibatkan anggota operasional, Kepolisian Resor Kediri juga mengerahkan tenaga staf untuk menjaga ATM. Pengamanan ini akan dilakukan tanpa batas waktu hingga keadaan dinyatakan aman.
Kesigapan polisi ternyata tak sia-sia. Kepala Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Ito Sumardi hari ini menyatakan pihaknya telah menangkap pemain lama pembobolan ATM. Residivis berinisial F itu ditangkap oleh Kepolisian Daerah Bali.
“Saat ini F sedang ditahan di Bali dan sedang dikembangkan di suatu daerah,” kata , Jumat (22/1). F merupakan warga negara Indonesia yang pernah terlibat kasus serupa pada tahun lalu dan telah menjalani masa vonisnya. Menurut Ito, ada keterkaitan antara pembobol mesin ATM yang sekarang dengan pelaku lama.
Karena beberapa modus pembobolan yang digunakan pelaku, tidak hanya menggunakan cara lama. “Tapi kalau dilihat dari modusnya, ada pelaku lain dalam sindikat ini.”
Ito melanjutkan, saat ini penyidik sedang mengembangkan keterkaitan F dengan kasus pembobolan yang terjadi saat ini. “Kami juga telah mengumpulkan bukti permulaan dan beberapa barang bukti. Mudah-mudahan dalam satu-dua hari akan ada perkembangan penyelidikan,” ujarnya. Mengenai keterlibatan warga negara asing dalam sindikat pembobolan itu, Ito menyatakan belum ada indikasi ke sana.
Sedangkan tentang keterlibatan orang dalam bank, penyidik masih mendalaminya. “Dari modus ini kita lihat bersama apa ada kemungkinan ini ada internal.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar